Senin, 11 September 2017

Bukan Emas! Darah Kepiting sampai Racun Kalajengking, Ini 10 Cairan Termahal di Dunia

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum
 - Guys, apa komoditas yang kamu anggap mahal?
Mobil? jet pribadi?
Barang-barang ini memang dikenal memiliki harga yang mahal, harganya sampai ada yang mencapai miliaran rupiah.
Bukan Emas! Darah Kepiting sampai Racun Kalajengking, Ini 10 Cairan Termahal di Dunia
Tapi bagaimana bila ada cairan yang memiliki harga sama dengan satu buah mobil Lamborghini?
Mungkin terdengar aneh, tapi kenyataanya memang memang benar ada cairan yang memiliki harga fantastis.
Dilansir TribunTravel.com dari laman wittyfeed.com berikut 10 cairan termahal di dunia.
1. Darah Manusia

(wittyfeed.com)

Kamu pasti mengira jika darah mudah didapatkan.
Kenyataanya ada golongan darah tertentu yang tergolong cukup mahal karena hanya dimiliki segelintir orang.
2. Gamma Hydroxybutyric Acid (GHB)

(wittyfeed.com)

GHB adalah zat alami yang ditemukan dalam sistem saraf tubuh manusia.
Biasanya dijual sebagai obat ilegal dan sering disebut dengan nama 'ekstasi cair.'
3. Tinta hitam printer

(wittyfeed.com)

Ini adalah taktik bisnis yang digunakan perusahaan untuk mendapat uang.
Mereka menjual printer mereka dengan harga murah, namun tintanya dijual cukup mahal, terutama yang berwarna hitam.
4. Mercury

(wittyfeed.com)

Mercury adalah satu-satunya logam yang dapat berbentuk cair meski berada dalam suhu kamar.
Biasanya digunakan dalam pengobatan.
Tapi setelah itu ditemukan memiliki efek toksik, penggunaannya dialihkan ke pekerjaan non-biologis, seperti lampu neon.

Bukan Emas! Darah Kepiting sampai Racun Kalajengking, Ini 10 Cairan Termahal di Dunia

Mercury adalah satu-satunya logam yang dapat berbentuk cair meski berada dalam suhu kamar.
Biasanya digunakan dalam pengobatan.

Tapi setelah itu ditemukan memiliki efek toksik, penggunaannya dialihkan ke pekerjaan non-biologis, seperti lampu neon.
5. Insulin



(wittyfeed.com)

Pankreas memproduksi insulin dalam tubuh manusia.

Namun ketika seseorang menderita diabetes, produksi insulin menurun drastis.
Inilah yang membuat insulin biokimia muncul untuk membantu mengatur gula darah.
6. Chanel No 5

(wittyfeed.com)

Sejak ditemukan pada 1922, Chanel No 5 dikenal sebagai satu parfum paling mahal yang pernah ada.
7. Darah kepiting Horseshoe

(wittyfeed.com)

Darah kepiting jenis tapal kuda ini dibutuhkan dalam jumlah tinggi.
Biasanya dipakai untuk menentukan apakah produk medis yang dimiliki suatu perusahaan atau rumah sakit terkontaminasi.
8. LSD
Itu adalah satu obat yang paling populer pada tahun 60an dan 70an dan sering digunakan oleh kaum hippies.
Konsumsinya dapat menyebabkan halusinasi.
9. Racun ular King Kobra
King Kobra menjadi satu ular paling beracun di dunia.
Meski berbahaya, racunnya dapat digunakan sebagai campuran obat penghilang rasa sakit yang kuat dan antivenoms.
10. Racun Kalajengking

(wittyfeed.com)

Hanya beberapa jenis kalajengking yang mengandung racun yang mematikan bagi manusia.
Meski berbahaya, tapi banyak orang mencarinya untuk keperluan medis.

SUMBER ; travel.tribunnews.com

Mengerikan! Ahli Fisika Stephen Hawking Punya Kabar Buruk Tentang Bumi dan Usia Kehidupan Manusia

Laporan Wartawan TribunTravel.com, Rizky Tyas
 - Travelers, masih ingatkah kalian dengan prediksi kiamat pada 21 Desember 2012 menurut kalender Suku Maya?
Pada kenyataannya, hari ini kamu masih bisa menginjakkan kaki di Bumi dan beraktivitas seperti hari-hari biasanya.
Mengerikan! Ahli Fisika Stephen Hawking Punya Kabar Buruk Tentang Bumi dan Usia Kehidupan Manusia
Jika sebuah prediksi kiamat kembali muncul, apakah kamu masih percaya?
Tergantung pada kredibilitas sumber, orang baru bisa percaya terhadap prediksi atau ramalan.
Kabar mengejutkan pun muncul dari Stephen Hawking yang membuat panik penduduk bumi.
Fisikawan yang dicap sebagai orang jenius ini menuturkan tentang berapa lama lagi akhir kehidupan di bumi.
Dilansir Tribun Travel dari laman ViralTrhread.com (18/11/2016), kiamat memang sebelumnya sudah diramalkan berkali-kali, tapi hipotesis Stephen Hawking layak untuk menjadi pertimbangan.
Ia menuturkan, bumi kita ini hanya memiliki usia seribu tahun lagi.
Serangan komet, wabah penyakit, dan parahnya pemanasan global, itulah yang akan membunuh bumi kita ini.
"Aku rasa kita tidak bisa hidup lebih dari seribu tahun lagi jika tidak melarikan diri dari bumi kita yang rapuh ini," kata Hawking pada Selasa (15/11/2016) lalu di Universitas Oxford.
Meningkatnya perubahan iklim dan ancaman perang nuklir akan memperburuk kesehatan bumi.
Kabar buruknya, tak lama lagi dunia tak lagi layak dihuni.
Kabar baiknya, masih ada harapan bagi umat manusia untuk hidup damai, dengan catatan tidak merusak planet ke dua yang akan ditinggali.
viralthread.com
Ilustrasi pemanasan global
Topik pembicaraannya 'lebih dekat ke Mars' kali ini benar-benar terlihat seperti sesuatu yang sepele.

Mengerikan! Ahli Fisika Stephen Hawking Punya Kabar Buruk Tentang Bumi dan Usia Kehidupan Manusia

"Jika kita peduli terhadap planet biru tempat kita berpijak saat ini, mungkin akan mencegah malapetaka yang setiap saat mengancam kita," kata Hawking.
"Sungguh bumi yang malang," imbuhnya.
Mengerikan! Ahli Fisika Stephen Hawking Punya Kabar Buruk Tentang Bumi dan Usia Kehidupan Manusia
Kiamat sudah pasti akan terjadi dan siapapun tak bisa menghindarinya, tetapi umat manusia masih memiliki kesempatan untuk berjuang.
SUMBER; travel.tribunnews.com

Kamis, 01 Juni 2017

Masih Ingat Bayi Pajero Sport? Dia Akhirnya Dapat Hadiah ini dari Mitsubishi Indonesia!

Masih ingat si bayi Pajero Sport?
Perwakilan Mitsubishi di Indonesia akhirnya berhasil menemui Muhammad Muis, pria yang memberi anaknya nama Pajero Sport itu.
Pertemuan itu diwakili oleh PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), selaku distributor resmi Mitsubushi Indonesia.
Head of PR & CSR MMKSI Intan Vidiasari dan tim menemui keluarga bayi laki-laki bernama Pajero Sport itu di kediaman mereka daerah Pamulang, Tangerang Selatan, (1/6/2017).
Langkah ini menjadi simbol ucapan terima kasih perusahaan yang sudah menjadikan nama SUV favorit itu sebagai bagian dari anggota keluarga.
”Kami dari MMKSI sangatlah bangga bisa menjadi bagian dari kehidupan keluarga pak Muis, dimana popularitas dari pajero sport dapat sedemikian berpengaruh dalam kehidupan keluarga Indonesia, sehingga menjadi pilihan nama bagi kelahiran anak kesayangan,” kata Intan, dikutip dari Kompas.com.
Muis menceritakan, ia sangat ”ngefans” dengan Pajero Sport model terbaru, terutama bagian 'breaklamp' belakang.
Ketika sedang berada dalam perjalanan di atas motornya, Muis menyempatkan diri memandangi kendaraan favoritnya ini.
Hingga tiba saat kelahiran putra keempat, (26/5/2017), dalam perjalanan dia memikirkan nama untuk sang putra, lalu terlintaslah nama "Pajero Sport" yang kemudian dimantapkan sebagai nama anaknya.
”Harapannya, putra kesayangan bisa memiliki karakter tangguh, keren, dan kuat menghadapi kehidupannya, just like the character of Pajero Sport. Meski banyak pihak yang meragukan nama tersebut untuk menjadi nama seorang anak, Pak Muis sudah mantap dengan pilihan nama tersebut dan tidak punya keinginan untuk mengubahnya,” ujar Intan.
MMKSI pun memberikan tanda apresiasi bagi keluarga Muis, karena ini merupakan pertama kalinya, ada keluarga yang menamakan sang anak dengan dua suku kata produk "Pajero - Sport" yang menandakan kecintaan yang mendalam akan produk tersebut.
Ditambah lagi, dengan viralnya nama tersebut di seluruh Indonesia, dianggap sebagai sesuatu yang sangat spesial bagi MMKSI.
”Kami juga ingin mengajak keluarga pak Muis untuk dapat mengenal lebih dekat kendaraan favorit beliau, agar semakin 'ngefans' lagi dengan Pajero Sport,” kata Intan.
Lalu, apa tanda apresiasi dari Mitsubishi ke Muis?
Ternyata bukan Mitsubishi All New pajero sport sesungguhnya.
Namun Intan mengatakan sudah memberikan perlengkapan bayi yang memang saat ini sedang dibutuhkan ”Pajero Sport”.

WOW....LUAR BIASA .. Sempat Diprotes, Muis Keukeuh Namakan Anaknya Pajero Sport

Tangerang Selatan - Pasangan Muis Iskandar dan Noviyanti memberi nama anaknya dengan nama sebuah mobil SUV dari Mitsubishi, yaitu Pajero Sport. Nama Pajero Sport yang diberikan pada anak keempat Muis dan Noviyanti ini sempat menuai protes oleh keluarga kedua belah pihak saat baru lahir.

Pria asal Lampung yang masih kental dengan logat Sumateranya tersebut bercerita kepada detikOto soal nama Pajero Sport untuk anaknya saat detikOtoberkunjung ke rumahnya yang sederhana, dan dipenuhi canda tawa dengan ketiga anaknya yang lain.
Sempat Diprotes, Muis Keukeuh Namakan Anaknya Pajero Sport

"Memang sudah kita siapkan namanya. Terus pas kita bawa pulang dari Rumah Sakit Sumber Waras, pada ribut, kok mau dikasih nama mobil (Pajero Sport). Ya enggak apa-apa, kata saya. Banyak yang komen semua di situ, ada mertua, ipar-ipar saya itu, itu nama benda katanya jangan nama itu. Kata saya, udah pokoknya kasih nama itu saja," ujarnya saat berbincang dengan detikOto, di rumahnya di Pamulang, Tangerang Selatan.
Nama Bayi Pajero Sport

Namun keraguan tersebut hilang seketika. Bahkan keyakinannya memberi nama Pajero Sport pada sang anak keempat jadi lebih kuat, saat perjalanan pulang ke rumah, dari rumah sakit.

"Di jalan ketemu Pajero, sudah mau pulang ke rumah. Tambah yakin, Pajero-nya banyak, enggak cuma satu-dua. Sudah gitu pas di lampu merah Lebak Bulus kan ada kayak TV yang besar itu, Pajero lagi iklannya. Begitu saya sampai di sini (rumah), sudah saya telepon istri saya, nama Pajero Sport aja," kata Muis, seraya tertawa.

Muis dan Novi mempunyai empat orang anak. Kata Muis, baru anak ke empat ini yang diberikan nama sebuah mobil yaitu Pajero Sport.

"Anak pertama sudah sekolah 16 tahun, yang kedua SD, yang ketiga masih kecil," pungkasnya.

"Saya kasih nama Pajero Sport kan, saya artikan biar gagah, tangguh dan siap di segala medan. Jadi biar anak ini setangguh Pajero Sport," ujarnya.

Nama bayi Pajero Sport sempat viral di jagat maya. Diler Mitsubishi di Purwokerto, Mitsubishi Sun Motor, merilis sebuah foto nama anak keempat Muis Iskandar dan Noviyanti dengan nama SUV andalan Mitsubishi, Pajero Sport. 

Bahkan, nama bayi ini menyita perhatian internal Mitsubishi Indonesia. Internal Mitsubishi Indonesia meminta bantuan masyarakat untuk menemukan si bayi imut Pajero Sport.

"Barangsiapa yang mengetahui informasi valid dan nomor kontak sang bayi bernama Pajero Sport yang lahir Rabu Legi, 26 April 2017, Putra Ke-Empat dari orangtua Bapak M Muis Iskandar dan Ibu Novi Yanti, mohon menghubungi Mamabishi ya, karena Mamabishi pingin ketemu langsung mengucapkan selamat dan menyampaikan terimakasih 🙏🏻❤️ Makasiiiii sebelumnya 👋🏻👋🏻," demikian tulis Head of MMC Public Relations Department PT KTB Intan Vidiasari saat detikOto melihat akun sosial medianya. (khi/rgr)

sumber; oto.detik.com

Demi Ngaji ke Gus Mus, Ngontel Kediri-Rembang

Rembang, santrionline
Jarum jam menunjukkan pukul 08.00 WIB ketika seorang santri dari Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur bernama M Rizki Wahyudin (22) mulai mengayuh sepeda pancalnya menuju Rembang, pada Jumat 26 Mei 2017.

Berbekal uang saku Rp15.000, remaja bersapaan akrab Wahyu, memantapkan diri bertarung dengan terik matahari untuk mewujudkan kehendaknya, mengaji kepada sang idola, KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus di Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh.
Bagi dia yang kelahiran Lampung Selatan pada 4 Juni 1995, bersepeda jauh, bukan hal baru. Namun cukup sejauh Kediri-Jombang. Sementara ngontel dengan jarak sekitar 227 kilometer ke Rembang, baru kali ini dilakoni. Terlebih dengan bekal seadanya.

“Saya ngefans dengan Gus Mus dan Mbah Moen (KH Maimoen Zubair, Sarang). Sulit mencari ulama seperti beliau dalam hal berdiri tegak di tengah kelompok kanan dan kiri,” kata Wahyu kepada mataairradio.com, setelah sampai di Leteh, Senin (29/5/2017) dini hari.

Ia yang Kelas II Tsanawiyah di Lirboyo sempat mengontak orang tuanya di Lampung Selatan, sebelum berangkat ke Rembang. Berpamitan dan meminta tambahan kiriman uang saku. Izin dikantongi, tapi permintaan keduanya tak langsung dipenuhi.

“Santri di Lirboyo bebas mengaji kemana ketika libur Tsanawiyah. Begitu mantap, saya sowan ke kiai bareng teman-teman. Sempat kontak juga orang tua. Pamit dan minta uang saku, tapi nggak langsung dikirim. Akhirnya tetap berangkat dengan bekal Rp15.000,” katanya.

Bagi remaja Kampung Merambung Kecamatan Penengahan ini, bekal utama di kehidupan ini adalah keyakinan. Yakin atas kuasa Allah. Maka dari itu, ia pun makin mantap menggenjot pedal sepedanya, hingga pukul 10.00 WIB, tiba dirinya di Tambakberas, Jombang.

“Jam 8 pagi saya berangkat dari Lirboyo. Dua jam perjalanan bersepeda secara santai, jam 10 sampai Jombang. Saya Salat Jumat di Masjid Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Sekitar jam 2 siang saya berangkat lagi ke arah Babat Lamongan,” tuturnya.

Hujan deras mengiringi kayuhan ontel sepeda Wahyu menuju Babat yang diarunginya dalam tujuh jam. Meski bermantel, ia menyatakan merasa kedinginan. Pukul 21.00 WIB, ia mampir di sebuah warung nasi di Babat untuk membungkus bekal makanan buat sahur.

“Tetapi akhirnya menginap di tempat teman komunitas sepeda. Dikasih makan. Saya bermalam hingga sahur. Pukul 08.00 WIB, saya baru mulai mengontel lagi meninggalkan Babat. Iya, dalam kondisi puasa,” tuturnya.

Setelah sekitar dua jam lebih perjalanan, ia sampai di Tuban. Ia beristirahat di Masjid Agung Tuban sebelum kemudian berziarah di Makam Sunan Bonang di Tuban. Wahyu mengaku baru melanjutkan lagi perjalanan dari Tuban menuju Rembang pada sekitar pukul 15.00 WIB.
“Saya lalu mengayuh lagi sepeda ontel ini menuju Sarang. Sempat istirahat di RM Simpang Raya untuk buka puasa. Tak disangka, alhamdulilLah diberi kemurahan setelah sang pemilik tahu sepeda saya dan tanya-tanya ke saya. Jam 7 malam saya bergerak lagi dan sampai Sarang jam 10 malam hari Sabtu,” terangnya.

Sesampainya di Sarang, ia bertemu dengan sesama teman santi dari Lirboyo. Hatinya saat itu mulai berbunga, setelah mendapat kabar bisa sowan ke Mbah Moen pada keesokan hari usai Salat Asar, dan akhirnya bisa bertemulah Wahyu dengan ulama sepuh tersebut.

“Mbah Moen ini dahulu mengaji, nyantri juga di Lirboyo. Mbah Moen bahkan pernah ketemu dengan generasi 1910, atau awal pendiri Lirboyo, Jadi secara sanat keilmuwan, dekat dengan para pendahulu. Namun pada Puasa tahun ini saya ingin mengaji kepada Gus Mus, yang juga alumnus Lirboyo,” katanya.

Selepas berbuka Puasa dan Salat Magrib, alumnus MAN Pandeglang Banten tahun 2013 ini kembali melanjutkan perjalanan ke Rembang, dalam guyuran hujan. Baru sampai di Lasem, ia sempat mengira sudah tiba di Rembang, lantaran sistem pemandu arah di genggamannya menunjukkan rujukan berbeda.

“Sempat bingung karena GPS di ponsel saya menunjukkan arah yang berbeda yaitu arah Blora. Tapi saya tanya sopir di dekat MAN Lasem dan diarahkan untuk menuju Alun-alun Rembang yang jaraknya sekitar 12-13 kilometer dari sini,” kata remaja yang baru tiga tahun ini mondok di Lirboyo. Hingga akhirnya sekitar pukul 03.00 dini hari Senin, 29 Mei 2017, ia mencapai Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang. Di tasnya berisi beberapa potong pakaian, matras, kompor, dan kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Ghozali yang diajarkan Gus Mus pada Ramadan 1438 Hijriah ini. “Sepeda ontel ini milik teman, yang alhamdulillah boleh saya pinjam. Katanya, sepeda ini bikinan Swiss. Iya sengaja saya kasih bendera Lirboyo dan Merah Putih. Biar kelihatan kalau saya perjalanan jauh serta lambang cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sekaligus untuk mengenalkan Lirboyo,” katanya.

Di Rembang, ia berniat mengaji kitab tersebut kepada Gus Mus sampai hatam. Seusainya nanti, ia akan kembali pulang ke Lirboyo. Namun petualangannya ini belum kelar karena tekadnya mengaji juga kepada Habib Lutfi Pekalongan, Mbah Dim Kaliwungu, dan Mbah Moen Sarang, di kesempatan mendatang.

“InsyaAllah pulang juga akan bersepeda. Jika menurut survei orang bersepeda itu bahagia, maka survei itu benar. Saya merasakan. Soal mengaji, pesantren adalah pilihan terbaik. Sebab akan kita dapatkan ilmu agama yang murni. Dengan begitu, paham-paham radikal dan menyimpang, akan tertolak sendirinya,” pungkasnya.

Penulis: Pujianto
Editor: Pujianto
Sumber:mataairradio.com